Model simulasi penyakit busuk daun tanaman kentang
Research
Climate
User interface model simulasi penyakit busuk daun (late blight) pada tanaman kentang (Solanum tuberosum L
User interface model simulasi penyakit busuk daun (late blight) pada tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) dibangun menggunakan Visual Basic 6.
Model ini membutuhkan input data cuaca (hujan, suhu minimum dan maksimum, kelembaban relatif dan lama penyinaran) harian selama setahun.
Terdapat dua opsi simulasi:
Perlakuan standar dengan penyemprotan fungisida setiap minggu
Bukan perlakuan standar
- Tanpa penyemprotan
- Dengan penyemprotan pada hari setelah tanam (HST): xx
Model simulasi ini mempunyai 3 sub model:
- Neraca air, yang akan menghasilkan informasi tentang fluktuasi kadar air tanah tersedia (mm/hari), evapotranspirasi aktual (mm/hari) dan intersepsi daun (mm/hari)
- Perkembangan, yang akan menghasilkan informasi tentang jumlah hari selama fase perkembangan (tanam-muncul tunas, vegetatif, pembentukan umbi, pengisian umbi dan pematangan umbi), thermal heat unit, dan proporsi alokasi biomassa (%).
- Pertumbuhan, yang akan menghasilkan informasi indeks luas daun (ILD/LAI), jumlah biomassa untuk daun, batang, akar, umbi dan total keseluruhan dalam ton/ha.
Hasil luaran akhir dari model simulasi ini adalah informasi peluang tanaman terinfeksi (%) dan intensitas serangan (%).
Penyusunan model ini dipimpin oleh:
Dr. Ir. Handoko | Laboratorium Meteorologi Pertanian IPB / Seameo BIOTROP
Back to top





